Ini dan Itu Indonesia

Category: uncategorised Written by Yunanfathur Rahman Hits: 662

Cover Buku

Membaca, tolak ukur untuk melihat seberapa besar pengetahuan seseorang akan dunia baru. Kalau mereka tidak rajin membaca, otak mereka tidak diasah, dan mereka akan haus akan teks.[16/5]Berthold Damshaeuser.

      Acara Presentasi Buku “Ini Dan Itu Indonesia” yang diadakan di Auditorium FBS (Fakultas Bahasa dan Seni Unesa pada hari senin [16/5] kemarin berjalan lancar dengan penuh antusiasme penonton, walaupun dengan waktu persiapan yang sangat singkat. Bukan hanya itu, kedatang sang Penulis buku asal Jerman yang mahir berbahasa Indonesia, ternyata membuat daya tarik tersendiri bagi penonton untuk tak segan-segan bertanya langsung kepada sang penulis Berthold Damshaeuser juga dengan rekannya Agus R. Sarjono sebagai Narasumber. Agar suasana tidak terlalu menegangkan, Agus selalu mencairkan suasana disaat ada kesempatan dengan cerita-ceritanya yang menarik, hingga membuat beberapa penonton tertawa serta kagum.

      Acara Presentasi buku yang diadakan Senin kemarin, diawali dengan menyanyikakan bersama lagu Kebangsaan Indonesia “Indonesia Raya” yang dilanjutkan dengan penampilan spektakuler dari Paduan Suara FBS. Saat penampilan kelompok Paduan Suara sedang berlangsung, terlihat sekali betapa menegangkan dan mengakumkan saat mendengar padu-padan suara merdu mereka, hingga memukau para Penonton, Dosen, Narasumber, dan semua yang datang pada saat itu. Bahkan, pada kata sambutan yang disampaikan oleh beberapa Pengisi acara seperti Bu Brigit dari Wisam Jerman serta Berthold sendiri mengucapkan rasa kagum mereka dengan penampilan Paduan Suara FBS pada saat itu.

 

     Masuk kedalam inti acara, yaitu Pembahasan Buku Ini Dan Itu Indonesia, Penonton mulai dibuat tertarik akan buku yang sedang dibicarakan itu. Ditambah, saat Agus menegaskan bahwa isi di dalam buku Ini Dan Itu Indoseia Pandangan Seorang Jerman, didalamnya mengandung banyak sekali bahasan-bahasan kritis yang bisa dijadikan sebagai bahan skripsi seperti, “Bab Kolom Bahasa, Sastra, dan Budaya”. Berthold juga mengatakan bahwa awal mula ketertarikannya dengan Indonesia dan Budayanya , saat dia bekerja sebagai pembersih gerbong kereta di sebuah kota Industri kecil di Jerman dan memiliki seorang kawan Warga Negara Indonesia. Ketertarikan Penonton terlihat tak sampai disitu saja. Terbukti dengan lumayan banyaknya penonton yang pada saat sela inti acar mereka menyempatkan diri untuk membeli buku milik Berthold itu. Saat sesi pertanyaan pun dimulai, Antusiasme penonton yang bertanya tak hanya dari mahasiswa saja, melainkan Dosen dan lainnya. Di akhir sesi pertanyaan, ada seorang penonton yang mengemukakan pertanyaan yang sangat menarik dengan adanya sebuah kalimat sindiran sebagai inspirasi dari seorang pesohor yaitu, “Mereka yang tidak tau bahasa asing, sebenarnya mereka tidak tau apa-apa akan bahasanya sendiri”.

 

     Menanggapi jawaban itu, Berthold Damshaeuser juga memiliki kata-katanya sendiri, “Kalau mereka tidak rajin membaca, otak mereka tidak diasah, dan mereka akan haus akan teks”. Dan diakhir acara, Agus memberikan kesepatan bagi para penonton untuk meminta tanda-tangan dan sekedar berfoto bersama Berthold maupun Agus. (Dwi Imroatu J.)